Kamis, 21 Desember 2017

TEAM ADVENTURE BANTAENG (DUTA BIKERS): Bro Mario Iroth Darah Manado Menungganggi benelli ...

TEAM ADVENTURE BANTAENG (DUTA BIKERS): Bro Mario Iroth Darah Manado Menungganggi benelli ...: Perjalanan yang menghabiskan 1.000liter bahan bakar bensin beroktan rata-rata 92, turut pula menghabiskan satu set kampas rem depan, 2 se...

Bro Mario Iroth Darah Manado Menungganggi benelli bn600 Dari Indonesia menuju Benua Asia dan eropa


Perjalanan yang menghabiskan 1.000liter bahan bakar bensin beroktan rata-rata 92, turut pula menghabiskan satu set kampas rem depan, 2 set kampas rem belakang, dan satu set kaampas kopling, serta ganti oli 3 kali (Castrol Power1).

Dan perjalanan melintas 14 negara Asia, dan Eropa, dalam 174 hari, diawali dari Parijs van Java-Bandung, 21 April 2015, hingga Paris Perancis, 12 Oktober 2015 itu, dilanjutkan ke 2 negara tambahan, Belanda dan Belgia atas undangan TV nasional di sana.

Kisah uniknya dimulai dengan jaket riding yang digunakan Mario merupakan produk dalam negeri, Respiro Velocy. Padahal menurut Teddy Suryadi Marketing Communications Respiro, “Jaket yang digunakan Mario (Respiro Velocy), pernah ditolak salah satu APM, sebagai riding gear aksesoris mereka.”

Sementara Steven Kencana, Director Benelli Motor Indonesia, mengungkapkan, “Motor BN600 yang kita serahkan ke Mario, sudah menempuh 15.000km, sebelum perjalanannya dimulai. Dan bahkan kategorinya adalah streetbike bukan adventure yang lebih sesuai untuk perjalanan Mario, seperti pada Wheel Story sebelumnya ke Indonesia Timur kita menyediakan trail. Kita lebih mengkhawatirkan keselamatan Mario daripada motornya.”

Menurut Mario, kondisi jalan yang paling menyulitkan justru jalur Lintas Timur Sumatera, dibandingkan perjalanan di luar negeri. Banyak kubangan dalam, maklum saat itu di penghujung musim hujan, hingga motor pernah ‘jumping’ setengah meteran ketika sebuah lubang tak terantisipasi.

Ketika menyebrang ke Malaysia dengan ferry, sempat disangka TKI oleh para TKI yang sama-sama menggunakan jasa ferry tersebut. Bahkan dianggap ‘belagu’ karena bawa masuk motor ke negeri jiran. Setelah dijelaskan barulah mereka berbalik kagum dan bangga kalau ada anak muda yang membawa harum nama bangsa.

Di Myanmar yang baru terbuka terhadap motoris lintas negara, Mario orang asing ke 18 yang melintas dengan motor.

Di India, dengan kondisi lalu lintas lebih parah dari Indonesia, meninggalkan banyak baret pada side bag motor Mario. Selain itu, kurang higienis soal produk makanan. Tetapi justru Mario terkena diare karena kebanyakan makanan.

Akhirnya 2 bulan dihabiskan di India termasuk sakit diare. Untuk pertama kalinya motor dikirimkan secara kargo ke Iran. Tetapi motor sempat tertahan di cukai Iran, karena regulasi Iran hanya sepeda motor di bawah kapasitas 250cc yang beredar di sana.

Tak hilang akal, motor dibawa dengan pikup sejauh 20 km ke luar pelabuhan. Barulah menjelajah Iran. Tantangan di Iran lainnya suhu panas 52 derajat dan kering. Mario beberapa kali menderita mimisan.

Sebaliknya ketika menyebrang ke Turki, justru musim dingin menerpa dengan suhu siang hanya 12 derajat. Sempat ditilang Polisi Turki, karena speeding di atas kecepatan yang diijinkan 90 km/jam, Mario tertangkap memacu hingga 140 km/jam dan wajib membayar denda USD60 di bea cukai. Uniknya petugas cukai terlupa menagih denda, karena tahu Mario dari Indonesia.

Selepas Turki, Mario memutuskan memasuki Eropa melalui Yunani. Karena Eropa Timur lainnya sedang krisis banjir pengungsi. Tetapi justru Yunani pun tengah krisis ekonomi sehingga banyak demo.

Padahal Mario tengah berharap secepatnya ke Italia, untuk perpanjangan visa beberapa negara yang akan dituju. Sehingga dari Istambul ke Yunani dipaksakan ditempuh dalam 24 jam, dengan kecepatan tinggi. Keberuntungan tengah berpihak padanya ketika tiba di pelabuhan Yunani pada saat bersamaan ada ferry yang bersandar. Padahal jadwal ferry itu tiga hari sekali melayani Yunani-Italia.

Dari Venesia, Italia, lalu ke Pesaro kota Benelli dan kota tempat Rossi remaja sempat balap liar. Pesaro menjadi tempat pengecekan akhir motor, dan ganti oli terakhir, serta belum ganti hingga kembali ke Indonesia.

Perjalanan dilanjutkan ke Austria, dan ketika berkemah di pegunungan perbatasan Italia, Mario terkena badai salju. Kondisi pun berubah dari hijau pegunungan akhir musim panas menjadi putih salju., saat itu Agustus akhir. Perjalanan berhenti karena salju di Alpen tak bisa dilalui motor.

Ketika tiba di Jerman, perpanjangan visa. Berikutnya, Mario tak melewatkan Swiss, yang memiliki pemandangan indah. Perjalanan pun memasuki babak akhir, ketika Mario masuk Perancis dari lembah Mount Blanc dan langsung menuju menara Eiffel, Paris.

Dalam perjalanan Mario pernah memacu hingga 205km/jam di Autobahn, tol di Jerman tanpa pembatasan kecepatan. Tetapi itu dimungkinkan karena menggunakan bensin dengan oktan 100.

Bobot motor dengan bawaannya, sekitar 260kg, belum yermasuk pengendara dan pembonceng.
salam team adventure bantaeng,, sulawesi selatan

Kamis, 09 Maret 2017

Kakek Sendirian dari Surabaya ke Sabang Naik Motor Peninggalan Sekutu untuk Serang NAZI Jerman


usianya sudah 68 tahun, dengan sepeda motor Harley Davidson WLA lebih tua dari usianya, buatan tahun 1942, dia “mengaspal” sendirian dari Surabaya, Jawa Timur menuju O Km, Sabang, Aceh.

Sabtu tengah hari (4/3/17), Askan tiba di Pelabuhan Bakauheni. Dari pintu gerbang Pulau Sumatera, kakek kelahiran 20 November 1949, menyelusuri Jalan Lintas Timur Sumatera.



Di Lampung Timur, jelang sore hari, pensiunan Bank Jatim ini memutuskan istirahat sejenak di rumah Lie Herley Sbw dari MACI Lampung. Matanya tak memungkinkan lagi jalan malam

Kakek yang tergabung dalam klub sepeda motor VHDEI 125 Independen Arek Bambu Runcing (ABR) Surabaya ini lalu bermalam di Hotel Tirta Kencana, Simpang Sribhawono, Lampung Timur.



MACI Lampung dari Kota Bandar Lampung dan Kota Metro merapat ke penginapannya. Banyak cerita dan hikmah yang dipetik oleh anak-anak muda yang tergabung dalam Motor Antique Club Indonesia (MACI) Lampung.

“Salute, beliau berjiwa muda dan sangat bersahaja,” kata Lie, anak muda yang baru bergabung dalam keluarga MACI Lampung. Dia juga tertib berlalu lintas.Sepeda motor tuanya selalu bayar pajak, kata Lie yang pernah naik BSA sedirian ke Jogja.

Banyak kisah suka dan duka perjalanannya dari Surabaya tanggal 28 Februari lalu hingga sampai ke Lampung. “Wah, sungguh luar biasa, saya terjebak macet di Kemang, Jakarta,” ujarnya.

UPHOTO_20170305_131734¹0

Harley Davidson WLA berkapasitas 750 CC, lumayan berat saat diam atau pada saat terjebak macet. Apalagi usia Askan yang sudah tidak muda lagi. Hanya kesabaran yang membuatnya pelan-pelan menyelusuri tujuannya, kata Lie yang tahun lalu naik BSA ke Jogjakarta.

Sepeda motor yang usianya lebih tua dari Askan diproduksi Amerika pada tahun 1942 khusus untuk menaklukan NAZI Jerman. Ada kotak peluru dan sarung senjata api laras panjang di sisi roda depan.

Setelah menekuklutut Rezim Hitler, sepeda motor tersebut dikirim Sekutu untuk Agresi Militer paska-Kemerdekaan RI ke Indonesia. Sejak itu, sepeda motor ini ada di Indonesia dan salah satunya sedang disemplak Askan.



Askan merawat Bakonya, sebutan motor itu di kalangan penggemar sepeda motor klasik, seperti apa adanya sejak puluhan lalu. Beliau juga rajin membayar pajak sepeda motor Rp90 ribu setiap tahun.

Selain mengoleksi Harley Davidson WLA 1942, Askan juga menyimpan sepeda motor relatif muda, Harley Davidson Dyna. Sebagai teman motor warisan perang, kakek ini juga mengoleksi Jeep Willys yang juga sisa PD II.

Wawan Waspi Wawe, pemilik Harley Davidson WLA buatan 1942 juga, anggota MACI Lampung dari Bandar Lampung, ikut menyambut sesepuh penggemar sepeda motor dari Surabaya itu.

Sesepuh sepeda motor serupa dari Bandung, Saulus D.Coil Lacaden, mendoakan seniornya selamat sampai tujuan dan kembali dengan aman ke Surabaya.

Askan melanjutkan perjalanannya dari Lampung Minggu (5/3/17), pukul 08.00. Dia menyusuri Jalan Lintas Timur Sumatera dan akan bermalam di Palembang, Sumatera Selatan.
luar biasa bro dan sis.. ayo ke Nol kilometer... hehehe salam dari bantaeng bro kakek

Senin, 06 Februari 2017

Ride For Peace.. Biker indonesia untuk dunia


Siapa yang tidak mengenal sosok Kang JJ? Pria bernama lengkap Jeffrey Polnaja asal Bandung ini menjadi orang Indonesia pertama yang tercatat pada situs Wikipedia sebagai orang terjauh yang menjelajahi dunia dengan menggunakan sepeda motor seorang diri.

Kang JJ, The Wind Rider terinspirasi mengelilingi dunia setelah peristiwa serangan teror terhadap menara kembar World Trade Center (WTC), New York City, AS, pada 11 September 2001 silam. Kemudian ia memutuskan untuk berpetualang membawa misi perdamaian bertema “Ride For Peace”.

Kang JJ pertama kali menjelajahi dunia membawa nama Indonesia menggunakan sepeda motornya pada April 2006 dengan melintasi kawasan Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Eropa. Pada tahun 2012, ia sempat kembali ke Indonesia dan melanjutkan perjalanannya dari Belgia menuju Siberia, kemudian menyeberang ke Amerika menuju Alaska dan ujung selatan Amerika Selatan.

Perjalanan yang ia tempuh tentu tidak selalu berjalan mulus. Pria berusia 54 tahun ini pernah bertemu dengan tiga milisi remaja yang menodongkan senjata saat melintasi hutan di Laos. Ia pun pernah diberondong di Afghanistan, serta sempat mengalami kecelakaan akibat bertabrakan dengan truk kontainer di Khazakstan. Bahkan, motor yang ia kendarai sempat dicuri di Belanda yang kemudian mengharuskan perjalanannya terhenti sesaat. Namun, dari semua kejadian nahas itu tidak lantas membuatnya hilang semangat.

Perjalanan penjelajahan “Ride For Peace” ini seluruhnya telah menempuh jarak sejauh 420.000 km yang diselesaikan dalam waktu 2.163 hari. Terdiri dari 951 hari pada misi “Ride For Peace” yang pertama tahun 2006-2008 dan 1.212 hari pada “Ride For Peace” yang kedua di tahun 2012-2015.

Setahun berselang, Kang JJ kembali melakukan sebuah perjalanan petualangan bertajuk “Tropical Vagabond Ride” di dataran Himalaya. Perjalanan selama 10 hari ini dimulai pada 1 September 2016, lalu mengunjungi tempat-tempat seperti Khardung La di ketinggian 5.606 mdpl, dan Panggong lake yang merupakan salah satu dari ketiga danau tertinggi di dunia dengan ketinggian 4.350 mdpl. Berbeda dengan sebelumnya, pada perjalanan petualangan kali ini ia ditemani seorang partner bernama Mulyo Widodo, yang juga merupakan adventure rider dan menunggangi sepeda motor dengan kapasitas sepertiga lebih kecil dari motor yang ia gunakan pada misi “Ride For Peace” sebelumnya.

“Jangan pernah takut untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita kita! Karena seberat apapaun kesulitan yang menghadang, tetap yakin dan berserah diri pada Yang Kuasa, yakin bahwa kita mampu melewatinya!” ~Jeffrey Polnaja.

Jumat, 26 Agustus 2016

Team adventure adalah seleksi dari beberapa club penggila touring.. dengan motto
"BEBAS DAN MERDEKA "  My Life My Adventure
Team turing asal butta toa bantaeng..
mereka orang lepas tidak terikat dengan aturan, tidak gentar tak terhalang dan
tidak menerima komando dari siapapun..!!!
nah itulah bedanya mereka dengan club atau komunitas motor lainya..
tidak ada struktruk dan jabatan di Team Adventure,,
Sekedar hobby dan Bersenang2 dalam artian positif brother...

Tunggu Kami dikotamu Brothers.. salam satu aspal satu Jalur

Senin, 29 Juni 2015

Jumat, 26 Juni 2015

Adventure Bantaeng mengunjungi All Bikers SeSultra

pada tanggal 25-30 april kembali team adventure bantaeng, melibas kota lulo sulawesi tenggara bersama para riders junior bantaeng.. dengan menempuh jarak 1.700 km dan melalui 3 provinsi.. selatan,tengah dan ke tenggara..




kali ini team adventure bantaeng mengunjungi all bikers tenggara, termasuk VAC All Chapter dan Askomtiblam Kendari







dokumentasi bersama Team Adventure Bantaeng dan junior Bersama bro uka KTC. ketua umum askomtiblan dan Ketua Kendari Thunder Club Dimabes Ktc kendari
agenda tahun depan road java dan bali,,, salam dari kami team adventure bantaeng..
motto : Hidupku Petualanganku.. Kami Bebas Dan Merdeka...!!!